Main di Alam itu Seru

Pada ngerasa gak sih akhir2 ini tuh cuaca panas banget? Kadang gak kuat kalau beraktifitas diluar ruangan terlalu lama.

Apakah suhu panas berlebih karena bumi sedang tidak baik-baik saja? cuaca juga terasa tidak menentu, panas bisa sangat terik, namun mendadak hujan deras.

Sebagai ibu yg punya bayi dan balita, aku sering bimbang ingin travelling di outdoor atau indoor, hati kecil ingin mengajak anak bermain di outdoor tapi takut mendadak hujan deres, atau panasnya yang ga ada toleransi dikulit bayi.huhuuu bukanya healing malah jadi pusing tenangin bayi rewel karna kepanasan.

Meningkatnya suhu panas bumi terjadi karena atmosfer yang berperan dalam melindungi bumi dari paparan langsung sinar matahari, sekarang makin menipis akibat kqrbon dioksida dan gas metana yang banyak dihasilkan dari pembakaran dan timbunan sampah, banyaknya asap kendaraan bermotor yang memakai bahan bakar minyak atau fosil, industri, membuat emisi gas di udara semakin meningkat.
Yang menyedihkannya lagi kini luas hutan yang makin berkurang, kehilangan milyaran pohon setiap tahunnya karena deforestasi maupun penebangan ilegal, Sehingga fungsi hutan, emisi gas tidak diserap oleh pepohonan dan langsung naik ke athmosfer bumi. Nah itulah penyebabya kenapa perubahan iklim dan pencemaran lingkungan bisa terjadi.

Sebelum menikah aku paling senang bermain di outdoor, apalagi di alam bebas, seperti camping diperkemahan, naik gunung. Berkat pengalaman itulah ku ingin mengenalkan alam dari dekat pada anak-anaku. Alam itu sangat indah, bermain dialam itu seru, disana bisa banyak belajar sambil bermain, Tapi sepertinya cuaca yang tidak selalu bisa diprediksi membuatku maju mundur.

Aku ingin menyelamatkan bumi ku, nah gerakan apa aja sih yang bisa dilakukan ibu dengan 2 anak seperti ku ini? Dalam rangka menyelamatkan bumi tersayang ini, aku beberapa langkah sederhana aku coba lakukan, seperti mengurangi penggunaan plastik, menggunakan botol minum dan tempat makan plastik saat bepergian, memilah sampah rumah tangga, serta menghabiskan makanan yang dimakan.
Apa hubunganya sampah dengan menghabiskan makanan?
Jelas ada, kalu kita tidak menghabiskan makanan yang kita makan, tentu itu akan berakhir menjadi sampah.

Sampah sisa makanan, itu segala jenis sampah yang dihasilkan dari proses mengelola makanan, mulai dari sisa-sisa bahan makanan seperti kulit telur, bonggol sayuran, kulit buah, tulang ikan dan ayam, serta material lain yang tidak dikonsumsi.

Tahukah kamu, ditahun 2022 informasi data SIPSN KLHK, total timbulan sampah di Indonesia mencapai 19,14 juta ton per tahun, nah dari jumlah tersebut, ini mayoritas atau 41,69% sampah di dalam negeri berasal dari sisa makanan lho, wahhh bisa ngebayangin kan gimana banyaknya.

Beberapa waktu lalu ikutan online gatering, bersama #EcoBloggerSquad acara ini hadirkan narasumber dari Hutan Itu Indonesia dan Lingkar Temu Kabupaten Lesatri (LTKL). Tema nya seru, membahas tentang Peran Komunitas untuk Menjaga Hutan dalam Mitigasi Perubahan Iklim.
Kegiatan ini menambah wawasan tentang kondisi bumi kita, serta membuat ku semakin ingin menyelamatkan bumi ini untik generasi anak cucu dimasa depan.


Ada Christian Natalie (kak Tian) selaku narasumber dari LTKL menceritakan kondisi hutan saat ini, terkait peran dan fungsi hutan Indonesia. Serta berikan  fakta kalau luas hutan Indonesia yang semakin berkurang. Padahal hutan di Indonesia adalah hutan terbesar urutan ke tiga lho, tapi kini justru berkurang.

Bergerak Berdaya Menjaga Hutan dalam Mitigasi Perubahan Iklim 

Sudah saat ini menjadi tugas kita bersama menjaga dan melestarikan hutan, serta kembalikan lagi fungsinya. Dengan memulai hal yang sederhana tapi konsisten untuk menjaga hutan juga lingkungan sekitar. Rindu udara bersihkan? Ayo tunggu apalagi, mari kita lakukan beberapa hal dibawah ini.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

3G ( Gold, Glory, Gospel )

Ketika Pria Meminta Bukti Cinta Dengan MAKING LOVE

Menghafal Tabel Periodik dengan Mudah