Kapan Mulai Menabung Untuk Anak?

Setelah menikah kita gak hanya memikirkan hidup antara kamu dan pasangan saja, berpikir ke masa  depan pasti akan ada generasi penerus dalam keluarga kecil mu, sudah siapkah melewati masanya? Alhamdulillah sebagai pasutri baru, diusia 2 bulan pernikahan kami langsung dikaruniai buah hati, perasaan bahagia sudah pasti, namun ada banyak hal lain yang berkecamuk dipikiran saya saat itu, ada rasa khawatir bagaimana proses kelahiran nanti, melahirkan dimana? berapa banyak biaya untuk lahiran? bagaimana untuk mempersiapkan masa depan anak saya?, bagaimana mempersiapkan kebutuhan sehari-hari anak, sedangkan kami baru menikah 2 bulan, notabene tabungan berdua masih tipis, butuh banyak uang, meski begitu kami tetap memilih untuk mandiri, tinggal dirumah kontrakan, sebenarnya planning terdekat setelah menikah kami adalah punya rumah sendiri, Qadarullah diberi titipan anak, bagaimana dan bagaimana terus berputar dipikiran saya, setelah dirangkumkan pikiran saya 80% hanya soal biaya hidup untuk kedepan.

Belajar dari pengalaman dalam mengatur uang, bundaku itu single mom beliau seorang wirausaha bukan karyawan kantoran yang nominal penghasilanya tetap setiap bulan, tapi ia mampu memenuhi segala kebutuhan semua anaknya seorang diri, secara logika "kok bisa sih, ketutupan semua? biaya sekolah gak murah loh" yup! awal saya belajar mengatur keuangan berawal dari nasehat beliau, pondasinya sih sederhana namun jika dikembangkan berdampak besar buat hidup saya. Hingga suatu ketika saya bertekad untuk bisa membantu bunda dalam membiayai sekolah si bungsu, alhamdulilah terlaksana.


 Ayo nabung! ringan banget gak sih kedengaranya? padahal aslinya ini susah-susah gampang loh, apalagi dipaksa untuk konsisten, godaan setelah gajian itu banyak banget kalau gak terbiasa menyisihkan sebagian penghasilan agak susah, pergolakan batin ingin checkOut keranjang di Shopee kuat banget,hahaha tapi harus mampu melawan keinginan itu untuk menyisihkan tabungan, menyisihkan loh ya, bukan menyisakan.

Jadiii... Kapan Mulai Menabung Untuk Anak?

Saya mulai menabung untuk anak sejak dinyatakaan positif hamil oleh dokter, menyisihkan sebagian penghasilan untuk keperluan melahirkan nanti, karna saya tidak tahu nantinya akan lahiran normal atau sesar, besar harapan selalu ingin normal, agar pemulihan pasca melahirkan lebih cepat, dan biaya tentu juga lebih terjangkau. Biaya persalinan itu mahal!
Baik persalinan normal ataupun operasi sesar, dana persalinan harus siap sebelum masuk HPL (Hari Perkiraan Lahir). Meski sekarang persalinan bisa dicover oleh BPJS, calon orang tua dilarang bersantai dalam mempersiapkan dana persalinan, wajib mengantisipasi suatu keadaan yang tak terduga.

Saat hamil perjuangan perempuan itu cukup besar, jangan sampai saat ingin bersalin dihadapkan dengan tagihan yang dananya belum ada, nanti pusing.

Saya sedikit merubah alokasi dana penghasilan saya dan suami, ada bagian-bagian yang tingkat urgensinya tidak penting saya alihkan untuk tabungan kelahiran anak nanti, misalnya post gaya hidup atau entertain, diganti dengan post tabungan melahirkan, jika ada rezeki dadakan bisa masuk kedalam post ini juga.

 

Tabungan rutin untuk melahirkan 1.000,000 x 9 bulan  = 9.000,000
dana ini diluar untuk membeli keperluan bayi ya, lebih spesifik untuk keperluan di RS. Setelah proses melahirkan terlewati, sisa tabungan melahirkan itu bisa terus dilanjutkan untuk tabungan pendidikan anak, tidak ada salahnya kita menyiapkan dana tersebut sedini mungkin, karna mengingat biaya pendidikan itu gak murah loh, inflasi biaya pendidikan tuh bisa naik hingga 10-15% per tahun, wow! besar banget kan. Disiapkan sedini mungkin, agar saat itu tiba tidak merasa keteteran mencari dana pendidikan, ingat saat masa itu tiba tentu usia kita sudah tidak semuda saat ini.

Sebagai orang tua tentu kita ingin berikan yang terbaik untuk anak, memastikan nantinya si anak bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas hingga jenjang perguruan tinggi yang mumpuni.

Sekarang lagi happening banget nih istilah "Generasi Sandwich" yang artinya si anak merelakan kepentingan pribadi demi untuk membiayai orangtua, adik, nenek, kakek, hingga keponakan. Jauh sebelum ada istilah ini ternyata saya sudah mengalaminya lebih dulu, besar harapan saya bisa mengatur keuangan dengan lebih bijak, agar memutus mata rantai generasi sanwich ini di generasi keturunan saya.

Yang saya lakukan setelah anak lahir, adalah menabung dengan jumlah bertahap sesuai usia si anak, misalnya usia 1 bulan saya menabung Rp.100 ribu, usia 2 bulan Rp.200ribu dst sampai satu tahun, nanti diulangi lagi seperti diawal, contohnya sebagai berikut ini:

 

Di Usia 3 bulan anak pertama saya sudah dibuatkan rekening bank sendiri, jadi untuk menabung saya tinggal transfer ke rekeningnya. Saat ini usia anak saya sudah 1 tahun, Jika dikalkulasikan dalam 5 tahun kedepan, dimana usianya sudah cukup masuk TK, jumlah tabungan rutinya
Rp. 7.800,000 x 5 = 39.000,000,- belum lagi ditambah nominal tabungan dari rejeki dadakan, diluar nominal tabungan rutin ini, saya rasa cukup untuk taman kanak-kanak selama 2 tahun, meski begitu menabung tetap terus dilanjut. Kuatkan niat dalam keadaan apapun dana ini tidak boleh digunakan, jika terdesak gunakan saja post dana darurat.

Ada banyak cara menabung versi para mama lainya, yang terpenting konsistenya. Sejauh ini adalah cara yang sudah  saya terapkan dengan menabung nominal  bertahap setiap bulan, lalu diulangi lagi setiap tahunya. Prinsip saya jika ingin tenang jangan lupa selalu menyisihkan, bukan menyisakan. 

Sedikit tips perbanyak isi tabungan vesri saya nih! dengan terapkan konsep sedekah yang bisa melipat gandakan rejeki kita, lumayan buat nabunng pahala juga diakhirat kan.

Okayy para moms, gak harus jadi expertise dulu kan nih untuk sharing tentang keuangan, hehe  semoga bermanfaat. Ini cara saya, gimana nih cara moms lainya menabung untuk anak?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3G ( Gold, Glory, Gospel )

Ketika Pria Meminta Bukti Cinta Dengan MAKING LOVE

Menghafal Tabel Periodik dengan Mudah