Perusahaan Content Provider (CP)


Sekilas kita sering mendengar tentang CP, apakah sebenarnya CP itu? Content Provider (CP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bisnis sebagai penyedia layanan jasa (data transfer, download ringtones, logo, kuis, polling, dan lain sebagainya) untuk aplikasi mobile. Dengan maraknya penggunaan ponsel dalam mengirim dan menerima SMS, maka dalam waktu singkat muncul beberapa jenis layanan berbasis SMS. Saat ini masyarakat tidak lagi memanfaatkan SMS untuk mengirim SMS saja, namun dengan teknologi SMS memungkinkan komsumen meminta layanan yang disediakan oleh operator dan perusahan content provider.
Jenis layanan begitu beragam dari jenis layanan informasi sederhana seperti informasi valuta asing, film bioskop, informasi cuaca, informasi kemacetan lalu lintas, info zodiac, layanan untuk pertemanan, hingga jenis layanan yang cukup kompleks seperti transaksi perbankan melalui SMS. Selain itu juga ada layanan mobile data content yang bersifat satu arah seperti polling dan kuis melalui SMS.
Bisnis Content Provider juga bisa dikatakan sebagai bisnis SMS Premium. Mengapa dikatakan SMS Premium ? Dikatakan Premium karena dari segi tariff SMS Premium lebih mahal dari tariff SMS biasa dan juga layanan yang diberikan beragam bukan hanya kirim dan terima SMS dalam bentuk text biasa saja. Pengertiannyapun hampir sama dengan Content Provider yaitu SMS Premium adalah sebuah layanan ponselyang memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi terbaru tentang berita, olahraga, dunia hiburan, dan lain-lain, mendapatkan ramalan zodiak terbaru, mengikuti undian berhadiah, mendapatkan nada sambung pribadi, bahkan juga digunakan untuk memilih peserta favorit kita dalam sebuah acara realitas di televisi dan lainnya.
II. Karakteristik Layanan Content Provider
Layanan Content Provider (CP) atau bisa disebut juga SMS Premium memiliki karakteristik yang unik. Keunikan Layanan Content Provider ini bisa dilihat dari segi identitas penomoran layanannya yaitu berupa short number / nomor singkat yang biasanya terdiri dari 4 digit angka yang unik atau biasa disebut juga dengan sebutanAbbreviated Dialling Number (ADN). Abbreviated Dialling Number (ADN) adalah fasilitas pada layanan telepon untuk mensandikan nomor telepon yang dipanggil menjadi nomor yang singkat dan mudah diingat
Kalau identitas penomoran kartu SIM CARD Handphone seorang pemakai biasanya berkisar antara 11 – 12 digit nomor dengan beragam nomor, maka untuk layanan Content Provider ini biasanya penomoran terdiri dari 4 digit nomor yang unik. Misalnya untuk layanan Content Provider Kuis Berhadiah memiliki penomoran identitas yaitu 1234.
III. Pihak yang Terkait Layanan Content Provider
Secara garis besar ada tiga pihak yang terlibat dalam bisnis Layanan Content Provider/SMS Premium ini, yaitu :
1. Operator Seluler (baik GSM maupun CDMA).
2. Para pelanggan operator seluler tersebut.
3. Penyedia layanan, yang lebih dikenal sebagai Content Provider (CP).
Proses bisnis layanan Content Provider berdasarkan pihakppihak yang terlibat dapat digambarkan seperti berikut ini :
- Pelanggan akan mengirimkan SMS ke sebuah nomor khusus/short number atau mungkin dikenal juga dengan ADN (Abbreviated Dialling Number). SMS tersebut kemudian akan diterima oleh SMS Center operator seluler.
- Kemudian oleh operator seluler, SMS tersebut akan diteruskan ke Content Provider. Operator sendiri dapat bertindak sebagai Content Provider, namun biasanya bagian ini melibatkan pihak perusahaan rekanan.
- Oleh Content Provider, SMS tersebut akan diolah dan hasilnya akan dikembalikan ke operator seluler.
- Operator kemudian akan meneruskan hasil proses Content Provider tersebut menjadi SMS balasan bagi pelanggan.
IV. Jenis Layanan Content Provider
Secara umum, tipe layanan Content Provider ini dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :
 *SMS PULL*
Pada SMS Pull ini, subscriber/konsumen akan mengirimkan kode-kode tertentu untuk meminta informasi/content dan dikirimkan ke ADN. Selanjutnya request SMS tersebut kemudian akan di proses oleh Content Provider untuk kemudian hasilnya kirimkan kembali ke si subscriber/konsumen. Yang biasa menggunakan model ini biasanya adalah kuis, polling, atau information on demand (IOD) seperti info bioskop, lulus UMPTN, info jalan raya dan info sejenis lainnya.
*SMS PUSH*
Pada SMS Push ini, informasi diberikan secara searah dari Content Provider ke konsumen/subscriber. Biasanya hal ini didahului dengan sebuah mekanisme pendaftaran/registrasi. Misalnya untuk mendapatkan content harian berupa humor, nasihat, berita basi soal gosip dan lain sebagainya, kita diharuskan untuk daftar dengan mengetikkan suatu perintah tertentu. Misalnya ketik “REG HUMOR” kirim keXXXX. Selanjutnya, secara berkala Content Provider akan mengirimkan secara rutin SMS ke konsumen/subscriber tersebut. Tentu saja dengan tarif tertentu untuk SETIAP SMS yang diterima konsumen bersangkutan. Untuk berhenti berlangganan, ada perintah khusus lainnya yang harus diketikkan. Misalnya “UNREG HUMOR” kirimke XXXX.
V. Pentarifan Layanan Content Provider
Terdapat dua macam pentarifan layanan Content Provider ini, yaitu :

    MO (Mobile Originating) Tariff, yaitu tarif akan langsung dikenakan begitu konsumen mengirimkan SMS. Modelnya yaitu dengan system bayar dimuka, maksudnya konsumen mendapat balasan content yang diinginkan maupun tidak biaya SMS tetap diberlakukan yang artinya pulsa konsumen tetap berkurang. Contoh layanan ini adalah kuis-kuis kontes di TV seperti AFI, API, KDI, Indonesian Idol dan sejenisnya. Keuntungannya, subscriber/konsumen membayar sesuai dengan yang dinginkannya. Jika dia ingin memberikan 5 suara untuk seorang kontestan, dia cukup mengirimkan 5 SMS. Kerugiannya, jika dia tidak menerima balasan (misalnya PIN, atau info jadwal kereta) pulsa pelanggan tetap berkurang untuk biaya SMS.

    MT (Mobile Terminating) Tariff, yaitu tarif akan dikenakan begitu SMS balasan diterima oleh handphone konsumen. Saat SMSC operator seluler mengirimkan data content dari Contetn Provider untuk konsumen/subscribernya, operator seluler mampu mendeteksi apakah SMS tersebut sudah diterima atau belum. Saat SMS sudah diterima konsumen/subscriber, SMSC akan memberikan notifikasi ke SMS Gateway untuk melakukan proses pentarifan/charging.
 
Secara teknis, metode ini lebih menguntungkan untuk konsumen/subscriber karena kalau konsumen tidak mendapatkan content yang diminta, dia tidak perlu membayar biaya SMS. Di sisi lain, model tarif ini banyak digunakan untuk content-content yang sifatnya berlangganan. Sebagai contoh, A ingin berlangganan content gosip artis karena dia akan dapat balasan langsung dari ponsel si artis. A kemudian mengirimkan kode “REG GOSIP” ke nomor XYZQ misalnya. Kemudian setiap hari Content Provider XYZQ akan mengirimkan berita gosip tersebut ke ponsel si A. Dan tentu saja setiap kali menerima SMS content, si A akan dikenakan biaya sebesar sekian rupiah.
Referensi : dari berbagai sumber di internet

I. Model Bisnis Layanan Content Provider
Walau sudah dimulai sejak awal 2000, namun bisnis Content Provider/SMS Premium ini baru mulai ramai sekitar 4 tahun terakhir. Pangsa pasar sebenarnya cukup besar. Tahun 2007 diperkirakan pelanggan seluler Indonesia mencapai angka 80 juta. Pada tahun 2010 ini, total pelanggan akan berkisar pada angka 100-120juta. Angka penetrasi seluler sendiri di Indonesia baru 22% dari total populasi. Selain prospek keuntungan yang menguntungkan, secara teknis untuk membuat Layanan Content Provider itu mudah .
Sebagai contoh, pada final ajang pencarian bakat menyanyi diperkirakan ada sekitar 2,5 juta SMS yang terkirim hanya dalam waktu 3 jam. Jika satu SMS dihargai Rp. 2000 maka pendapatan kotor selama 3 jam itu ada 2,5 juta SMS x Rp. 2000 = Rp. 5 Milyar. Katakanlah bagi hasil antara operator seluler dengan perusahaan Content Provider adalah 50% – 50%, maka perusahaan Content Provider mendapatkan pemasukan sebesar Rp. 2,5 Milyar hanya dalam 3 jam.
Melihat jumlah keuntungan yang sebesar itu dalam waktu singkat, maka bermunculanlah usaha Content Provider dari bebagai kelas dan tingkatan. Namun lama-kelamaan, jumlah perusahaan Content Provider ini makin banyak dan menjadi kurang efektif bagi operator seluler. Kemudian operator seluler mulai selektif dalam menerima kerjasama dari perusahaan Content Provider baik yang baru maupun yang lama yang ingin memperpanjang kontrak kerjasama. Sekarang, rata-rata operator seluler menerapkan kuota pendapatan minimal (biasanya bulanan) untuk setiap ADN yang dimiliki oleh Content Provider. Jika Content Provider tidak mencapai target kuota bulanan dalam satu periode waktu, maka kontrak kerjasamanya akan ditinjau ulang. Content Provider tersebut dapat dicabut haknya untuk tidak dapat memakai ADN sendiri, sebagai gantinya dia akan menggunakan satu ADN khusus bersama-sama dengan Content Provider lain bertrafik rendah. Kemungkinan lain adalah diputusnya kontrak kerjasama antara Operator seluler dengan Content Provider bersangkutan.
II. Revenue Sharing Layanan Content provider
Pembagian hasil keuntungan dari layanan Content Provider ini melibatkan dua pihak yang terlibat pada bisnis yang bersangkutan yaitu antara perusahaan operator seluler dengan perusahaan Content Provider. Besaran persentase bagi hasil tergantung ketentuan dan kesepakatan antara perusahaan operator seluler dengan perusahaan Content Provider. Biasanya operator seluler membuat ketentuan sendiri perihal bagi hasil pendapatan bisnis SMS premium ini yang harus dipenuhi oleh perusahaan Content Provider yang ingin bekerjasama dengan operator seluler yang bersangkutan. Hal ini dikarenakan operator seluler yang mempunyai peranan penting dalam bisnis Content Provider ini karena mereka sendiri yang mempunyai peralatan dan perangkat telekomunikasi untuk berbisnis layanan Content Provider sedangkan perusahaan Content Provider yang memanfaatkan perangkat-perangkat tersebut untuk menjalankan bisnisnya. Besaran ketentuan ini berbeda-beda antara satu operator seluler dengan operator seluler yang lainnya.
Namun, dengan ketentuan yang dibuat oleh operator seluler dengan menerapkan system kuota pendapatan minimal seperti bulanan bagi setiap perusahaan Content Provider maka jika terdapat satu atau lebih perusahaan Content Provider dengan pencapaian kuota pendapatan minimal terpenuhi atau bahkan trafik SMS layanan yang masuk ke operator seluler tersebut tinggi maka secara otomatis bagi hasil yang diberikan kepada perusahaan content provider tersebut akan tinggi persentase bagi hasilnya. Hal ini berarti bagi hasil yang diterapkan kepada setiap perusahaan Content Provider oleh suatu operator seluler akan berbeda-beda besaran presentasenya.
Secara matematis, untuk perhitungan bagi hasil antara operator seluler dengan perusahaan Content Provider dapat dijelaskan seperti berikut ini :
- Biaya SMS Layanan Content Provider yaitu sebesar Rp. 2.000,-
- Sebelum persentase bagi hasil diterapkan, dari setiap 1 SMS yang masuk maka akan dikenakan biaya bearer (biaya SMS) dengan besaran sesuai ketentuan operator seluler, misalnya Rp. 350,-
- Maka sisa yang akan dihitung bagi hasilnya adalah Rp. 2000,- – Rp. 350,- = Rp. 1.650,-
Misalnya kesepakatan antara operator seluler dengan perusahaan content provider mengenai bagi hasil adalah 50%-50%, maka masing-masing keuntungan bagi kedua pihak adalah : 50% X Rp. 1.650,- = Rp. 825,- per SMS yang masuk.
III. Kunci Bisnis Layanan Content Provider
Kunci sukses untuk menjalankan bisnis Layanan Content Provider ini salah satunya adalah mempunyai layanan konten yang beragam serta program-program yang menarik. Perusahaan Content Provider tidak dapat pasif begitu saja, tapi harus aktif dan kreatif. Perusahaan Content Provider harus dapat menciptakan program-program yang mampu menghasilkan trafik SMS yang tinggi yang berarti pemasukan keuntungan bagi perusahaan tersebut. Jadi tim kreatif serta usaha marketing adalah faktor mutlak yang harus ada dan dimilik oleh setiap Perusahaan Content Provider. Dan tentunya biaya marketing bisa berkali lipat lebih besar dari pada biasa operasional teknisnya. Perusahaan Content Provider harus beriklan, mempromosikan programnya dan lain sebagainya. Perusahaan Content Provider besar yang ada biasanya mempunyai kontrak kerja tetap dengan media masa terutama TV. Contohnya Visitel dengan Indosiar, Infokom dengan MNC grup (RCTI, TPI, Global).
IV. Membuat Layanan Content Provider
Untuk membuat Layanan Content Provider, tentu saja perusahaan Content Provider harus mengetahui teknologi atau protokol apa yang digunakan masing-masing operator seluler untuk berkomunikasi dengan computer server perusahaan Content Provider. Umumnya operator seluler mensyaratkan perusahaan Content Provider harus memiliki computer server dengan IP address publik sendiri dan bukan hosting(sewa space server). Server ini fungsinya untuk menampung data SMS yang khusus masuk melalui short number Layanan Content Provider, kemudian memprosesnya (menentukan jawaban/reply atau data apa yang harus dikirim ulang ke nomor Handphone konsumen yang memintanya), dan mengirimkannya kembali ke SMSC operator seluler bersangkutan. Dari tabel, anda bisa lihat teknologi/protokol apa yang digunakan oleh masing-masing operator di Indonesia.
Tabel 1. Protokol Koneksi antara Operator Seluler dengan Perusahaan Content Provider.
  • SMPP (Short Message Peer to Peer)
Merupakan protokol standar dalam industri telekomunikasi yang dikhususkan untuk pertukaran pesan singkat atau SMS antar SMSC. Protokol ini didesain berpasangan dan didasarkan pada konsep pertukaran data dengan cara pengiriman datarequest/response lewat PDU atau protocol data unit melalui lapisan keempat OSI (Open System Interconnection) menggunakan koneksi TCP atau X.25 SVC3. Untuk efisiensi, data tersebut berupa data biner yang dikodekan. Protokol SMPP yang digunakan operator seluler umumnya adalah versi 3.4. Pada versi ini, pada satu koneksi dapat dilakukan pengiriman maupun penerimaan pesan. Pertukaran data dilakukan secara sinkron maupun asinkron.
  • HTTP/s (HyperText Transfer Protocol / Secure)
Protokol ini sangatlah populer seiring dengan populer-nya Internet dan World Wide Web alias Web. Termasuk juga didalamnya WAP (Wireless Application Protocol). Seperti juga SMPP, HTTP juga merupakan protokol dengan konsep request/response antara client dengan server. Dimana yang bertindak sebagai client misalnya adalah web browser dan sering disebut sebagai user agent. Server, digunakan untuk menyimpan dan memperoses data misalnya gambar atau HTML untuk ditampilkan kepada client. Perbedaannya dengan SMPP adalah pada sifat HTTP yang lebih publik dibandingkan SMPP yang cenderung privat. HTTPS sendiri merupakan versi HTTP dengan koneksi yang aman.Default port yang digunakan untuk mengaksesnya adalah nomor 443 berbeda dengan HTTP yang menggunakan 80 atau 8080.
  • Software yang bisa digunakan
Umumnya para perusahaan Content Provider memodifikasi beberapa aplikasi softwareopen source atau gratisan disesuaikan dengan struktur dan jenis layanan yang akan digunakan. Khusus untuk protocol SMPP saja yang sedikit rumit implementasinya.
Untuk dapat terhubung dengan operator seluler, perusahaan Content Provider akan mendapatkan semacam login dan password yang telah terdaftar dan diberi hak akses dengan level tertentu ke jaringan operator seluler. Berikut adalah beberapa aplikasi/software yang biasa dimodifikasi para Content Provider :
a. Logica
Logica ini dikhususkan untuk protocol SMPP. Ada dua platform bahasa pemrograman yang bisa digunakan yaitu Java dan Visual Basic atau VB. Umumnya, perusahaan Content Provider yang menggunakan system operasi open source lebih memilih Java ketimbang VB. Dengan menggunakan versi Java, modifikasi yang perlu dan dapat dilakukan pun lebih banyak. Selain library yang bisa digunakan bersama dengan aplikasi Java-nya, di website tersebut tersedia pula simulator yang dapat digunakan untuk menguji aplikasi SMPP anda sebelum dihubungkan dengan SMSC yang sesungguhnya. Sebagian besar source yang diberikan di website ini menggunakan Java dan minim dengan user interface berbentuk grafis.
b. Kannel
Kannel juga cukup popular digunakan oleh para perusahaan Content Provider. Selain karena protocol yang didukungnya lebih lengkap (SMPP,HTTP, UCP, EMI), platform bahasa pemrograman yang menggunakan C pun dianggap memperkuat performa Kannel yang lebih cepat. Meski demikian tak semua operator seluler menyarankan untuk menggunakan Kannel ini karena adanya isu stabilitas layanan. Umumnya perusahaan Content Provider dengan kapasitas SMS per detik yang besar memodifikasi aplikasinya dari Kannel ini. Kannel bukan sekedar SMS gateway tapi juga dapat digunakan sebagai WAP Gateway. Penggunaan utama Kannel adalah untuk koneksi HTTP.
c. SMPP Class untuk PHP
Khusus untuk yang lebih suka dengan bahasa pemrograman PHP, bisa mencoba menggunakan class SMPP yang dikhususkan untuk berkomunikasi dengan SMSC operator seluler. Cara menggunakannyapun cukup mudah, namun sayangnya hanya dapat mengirimkan SMS saja. Untuk menerima SMS, pihak pembuatnya tidak menawarkannya secara gratis.
Referensi : dari berbagai sumber di internet

NaraSumber
Perusahaan Content Provider (CP) Perusahaan Content Provider (CP) Reviewed by Riri Restiani on 02.39 Rating: 5

11 komentar:

  1. terima kasih.....
    semoga bermanfaat

    BalasHapus
  2. ijin comot nggih mbak..
    pas dg berita saat ni,, tks

    BalasHapus
  3. Bisakah saya meminta daftar content provider yang benar kompeten dann jujur di indonesia?
    Terima Kasih

    temi.rachmat@gmail.com

    BalasHapus
  4. @Avail
    terima kasih, semoga informasi ini bermanfaat

    BalasHapus
  5. @Tn
    iya silahkan mas, jgn lupa backlink aku ya:)

    BalasHapus
  6. @Nexo
    Mengenai daftar konten provider yang berkompeten itu banyak sekali mas, untuk masalah kejujuran CP, itu tergantung pada perusahaan itu sendiri. mungkin untuk referensinya bisa cari di google atau web BRTI brti.or.id, mungkin disana ada informasi yg anda butuhkan.

    BalasHapus
  7. Makasih banget mbak, materinya sgt mmbantu, sy ambil TA ada hubungannya sm content provider juga :D

    BalasHapus
  8. @Wulan Novi
    Iya sama - sama mba, semoga bermanfaat :)
    kebetulan saya menulis ini karena saya juga bekerja diperusahaan IT consultan yang mana adalah kantor CP juga,hhe :)

    BalasHapus
  9. Oh ya mbak Riri, ada referensi buku untuk materi content provider ndak mbak ? kesulitan banget cari referensi buku ttg CP :( makasih

    BalasHapus
  10. @Wulan Novi
    kalo untuk referensi buku maaf bgt mba, mba wulan mungkin bisa coba browsing:)

    BalasHapus
  11. terimkasih mbak riri....saya tertarik banget di bisnis provider

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.