Minum Jamu Tradisi Indonesia yang Mulai Mendunia

Suwe ora jamu, jamu godong telo...
Yup! itu sepenggal lirik yang saya ingat tentang jamu, hehe

Dulu saya termasuk orang yang takut dengan jamu, karna dipikiran saya selalu identik dengan rasa pahit yang menyengat, mirip obat. Saat bunda saya mengenalkan jamu dengan caranya yang unik, perlahan ketakutan itupun mulai pudar, bunda membuatnya sendiri jamu untuk saya, dengan membeli bahanya dipasar dan mengolah bersama, bunda bilang, "ini alami, enak dan aman diminum setiap hari".

Jamu pertama yang saya coba adalah jamu beras kencur, rasanya enak, manis, jamu ini bermanfaat untuk menambah nafsu makan, lalu saya dikenalkan minum jahe, rasanya agak pedas dan manis, jahe bermanfaat untuk menghangatkan badan dan menenangkan pikiran, kemudian disaat saya beranjak dewasa bunda menyarankan untuk rutin meminum jamu kunyit asam, apalagi saat jadwal menstruasi tiba, minum jamu kunyit asam itu baik untuk tubuh wanita, menjaga berat badan ideal, memperlancar haid juga. Oh ya, selain itu saya sendiri punya pengalaman yang luar biasa dengan jamu kunyit asam, rutin diminum selama 3 bulan, alhamdulilah saya gak takut lagi minum kopi dan teh, karna sebelumnya kalau minum teh juga kopi, asam lambung dengan mudah naik, perut jadi terasa perih dan mual, semenjak rutin minum jamu ini alhamdulillah membaik. Kunyit asam itu bisa diminum hangat maupun dingin, rasanya menyegarkan.
Jadi, gak semua jamu itu pahit, tapi ada juga yang manis sesuai kebutuhan kita tentang manfaatnya.

Masih keingetan deh, dulu itu tukang jamu adalah ayu-ayu (wanita muda) jamu gendong yang keliling pakai kebaya dan rambutnya di cepol, persis gambaran tukang jamu dikampung-kampung, nah kalau sekarang di Jakarta tukang jamu memang gak sebanyak ayu gendong zaman dulu, sekarang lebih ke kios pinggir jalan, adapun tukang jamu keliling hanya ada satu atau dua orang yang menggunakan gerobak mini.

Nampaknya tradisi minum jamu dikalangan anak milenial masih kurang kuat, bahkan nyaris hilang, padahal banyak sekali manfaat yang didapat kalau kita rutin minum jamu. kalau kamu gimana? suka minum jamu juga gak? 


Minum Jamu Tradisi Indonesia yang Mulai Mendunia

Keren! ditengah perkembangan zaman, yang mana budaya minum jamu khas Indonesia nyaris menghilang dikalangan anak muda, tapi tidak bagi Audrey Tirtaguna, remaja yang sedang mengejar pendidikanya di luar negeri ini, ia tak lupa akan kebudayaan dari negeri asalnya, justru ia memperkenalkan kembali Tradisi Minum Jamu kepada generasi milenial Indonesia di Amerika Serikat serta komunitas Internasional di negara Paman Sam.

Audrey Tirtaguna sedang melanjutkan kuliahnya di Amerika Serikat, Siapasih yang gak berkeinginan bisa melanjutkan pendidikan di luar negeri, bisa belajar dengan teman-teman dari berbagai negara dan hidup di lingkungan yang baru dengan budaya yang baru juga menjadi daya tarik tersendiri untuk para pelajar, termasuk pelajar Indonesia. Namun berada jauh dari tanah air bukan menjadi alasan untuk lupa pada budaya bangsa sendiri.
Bertepatan dengan perayaan hari Kemerdekaan RI yang ke-74, Para mahasiswa Indonesia di Philadelphia, Amerika Serikat yang tergabung dalam PERMIAS (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia-Amerika Serikat) Philadelphia kali ini menyelenggarakan acara workshop yang patut diapresiasi. 

Workshop yang bertema “SUWE ORA JAMU: celebrating “Jamu” as a new lifestyle for the young generation” ini di inisiasi sendiri oleh Audrey Tirtaguna, yang berkolaborasi dengan brand lokal Suwe Ora Jamu, dibawah pimpinan Ibu Nova Dewi (pendiri brand Suwe Ora Jamu), acara workshop ini diselenggarakan pada Minggu, 8 September 2019 di CafĂ© Square One, Philadelphia.

PERMIAS Philadelphia mengusung kebudayaan Indonesia yang saat ini nyaris tidak tersentuh oleh generasi muda kita yaitu memperkenalkan kembali Tradisi Minum Jamu kepada generasi milenial Indonesia di Amerika Serikat serta komunitas Internasional di negara Paman Sam itu. 

Jamu sebagai minuman herbal tradisional Indonesia yang kurang populer di kalangan generasi milenial, oleh brand Suwe Ora Jamu dikemas menjadi minuman yang menyegarkan dan disukai oleh anak muda tanpa mengurangi khasiatnya. Hal itulah yang menurut Audrey Tirtaguna sebagai Public Relation PERMIAS Philadelphia sekaligus inisiator acara ini menjadi salah satu alasan kenapa diselenggarakannya acara tersebut. 


Audrey Tirtaguna merasa terkesan dengan brand Suwe Ora Jamu yang saat ini sedang happening dan giat mempromosikan produknya di berbagai penjuru Indonesia bahkan sampai ke mancanegara. Dan kebetulan pada bulan September 2019 ini pendiri Suwe Ora Jamu, Ibu Nova Dewi punya kesempatan mengunjungi Amerika Serikat sehingga sungguh apresiasi yang luar biasa buat kami sebagai pengurus PERMIAS Philadelphia ketika Ibu Nova berkenan bekerja sama dengan Audrey Tirtaguna untuk bersama-sama memperkenalkan jamu dengan membuat workshop tentang jamu hingga proses pembuatannya. Selain komunitas Indonesia di Philadelphia, Audrey juga mengundang rekan-rekan mahasiswa dan komunitas Indonesia di kota-kota sekitar seperti New York, New Jersey dan Washington DC.
Dalam acara tersebut diadakan jamu tester, presentasi dan tanya jawab tentang sejarah dan perkembangan jamu, demo pembuatan jamu dari bahan-bahan yang bisa ditemui sehari-hari serta yang paling menarik adalah jamu workshop (praktek singkat pembuatan jamu) yang dapat diikuti para pengunjung.

Jamu yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah seharusnya dilestarikan adalah akar budaya penting dalam kebudayaan Indonesia. Jamu sudah rutin dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sejak dulu sebagai minuman kesehatan maupun penyegar tubuh. Popularitas nya terkalahkan oleh budaya Indonesia lain yang banyak digemari seperti batik, kuliner, kopi, tarian dll. Potensi jamu Indonesia memiliki tiga aspek manfaat yaitu: Kesehatan, Ekonomi dan Sosial Budaya. Audrey menyampaikan harapannya dengan adanya acara ini, jamu dapat diperkenalkan kembali secara komprehensif. Ia yakin konsep Suwe Ora Jamu sebagai jamu kaum milenial dapat merebut hati dan selera generasi muda sekaligus melestarikan jamu Indonesia.


Tentang PERMIAS Philadelphia
Sedikit tentang PERMIAS (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia-Amerika Serikat) Philadelphia, 
yang saat ini memiliki 4 orang pengurus utama yaitu Gracelynn Soesanto (Ketua), Bianca Goenawan (Wakil Ketua), Rahelita Haryono (Project Manager) dan Audrey Tirtaguna (Public Relations) memiliki harapan agar PERMIAS Philadelphia selain sebagai wadah kreatifitas mahasiswa Indonesia di Philadelphia juga mampu merepresentasikan generasi muda Indonesia yang maju di era digital milenial sekaligus  bisa mengangkat dan memperkenalkan budaya Indonesia yang kaya ke masyarakat internasional terutama di Amerika Serikat. 

“Sebagai generasi muda yang tinggal jauh dari tanah air, sudah sepatutnya kita bangga membawakan budaya kita yang kaya dan luar biasa. Mampu menghargai budaya bangsa berarti kita mampu menghargai diri kita sendiri. Saya dan para pengurus Permias Philadelphia tentunya berharap untuk terus bisa melestarikan aspek budaya Indonesia yang lainnya di kota Philadelphia, termasuk karya film, musik dan lain-lain. Untuk kami, mempromosikan budaya Indonesia itu penting, baik untuk masyarakat Indonesia sendiri di Amerika maupun kepada masyarakat internasional,” ujar Gracelynn.


Nah bagaimana? jamu apa yang sudah kamu minum hari ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Partner In Crime

3G ( Gold, Glory, Gospel )

Ketika Pria Meminta Bukti Cinta Dengan MAKING LOVE