Melawan GERD Yang Mulanya Dikira MAAG

Hi semuanya kali ini aku kepingin share bagaimana pengalaman aku Melawan GERD Yang Mulanya Dikira MAAG dari judulnya cukup jelas aku pasti akan share perjuanganku melawan penyakit ini.

Sebelumnya aku informasikan dulu ya apa itu GERD, GERD adalah Gastroesophageal Reflux Disease, penyakit ini merupakan penyakit saluran pencernaan yang bersifat kronis, mungkin pada umumnya orang awam menyatakan jika semua penyakit yang ada kaitanya dengan meningkatnya asam lambung pasti deh selalu dikatakan sakit maag. Akupun merasa begitu, karena dokter yang memeriksa ku di klinik dan puskesmas juga bilang begitu, "Aku sakit Maag, Maag Kronis". Macam-macam obat resep dokter sudah kuminum, untuk pencegahan dari obat medis sampai tradisional sudah kucoba, namun semua itu bersifat hanyalah sementara, hanya menanggulangi asam lambungku yang berlebihan.
Sebenarnya GERD adalah kondisi ini disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju esofagus/kerongkongan dan menimbulkan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada. Esofagus yang juga dikenal sebagai kerongkongan adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung. Sering kali GERD datang secara tiba-tiba.

Kapan aku tahu sebenarnya aku ini GERD bukan MAAG? Setelah pengecekan lebih lanjut ke Dokter spesialis ahli penyakit dalam, aku melakukan endoskopi yaitu suatu cara agar dapat melihat bagian dalam tubuh dengan cara memasukkan sebuah alat yang ujungnya dilengkapi kamera kecil melihat penyebab asam lambung dan melihat luka di dinding kerongkongan, tes keasaman Ph kerongkongan.

Gejala GERD yang ku alami sangatlah menyiksa, beberapa contohnya adalah:
  • Terasa perih teramat sangat pada lambung
  • Ada rasa pahit di tenggorokan
  • Rasa Mual dan terkadang jika mualnya tak tertahankan aku sampai muntah
  • Nyeri di ulu hati
  • Ada rasa panas di dada
  • Sering kali bersendawa
  • Sesak Nafas (Disisi lain aku punya riwayat Asma)
Kabar yang mengerikan adalah jika GERD tidak segera ditangani, akan ada pendarahan di kerongkongan dan kemungkinan terburuk yang terjadi bisa pemicu kanker kerongkongan, lemas rasanya kalau sudah mendengar kata kanker, sehat,,sehat,,sehat itu yang selalu dipikiran ku.

Usahaku agar penyakit GERD ku tidak kambuh lagi, setidaknya mengurangi terjadinya kambuh yang kulakukan adalah:
  • Pola Makan ku lebih teratur (Mengurangi rapel jadwal makan)
  • Mengurangi berat badan
  • Makan sedikit-sedikit tapi sering
  • Makan kaya serat, buah dan sayur
  • Makan tidak terburu-buru lakukan dengan tenang
  • Makan makanan yang bergizi, tak hanya sekedar enak dimulut tapi menyiksa di lambung
  • Kurangi makanan pedas dan asam (Walau susah tapi terus dicoba)
  • Hindari Stress, meski yang ini agak sulit tapi tetap ku usahakan agar tidak stres

Siapa tahu diantara kalian mengalami hal yang serupa dengan aku, bisa jadi itu GERD bukan MAAG biasa, segeralah konsultasi kesehatan ke Dokter, agar bisa terobati sejak dini.

Aku berharap semoga akan ada vaksin untuk menghindari penyakit GERD ini.

Melawan GERD Yang Mulanya Dikira MAAG Melawan GERD Yang Mulanya Dikira MAAG Reviewed by Riri Restiani on 05.06 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.