Sebuah Keikhlasan

Kehidupan ini adalah sebuah pilihan, meski pilihan terkadang bisa juga menyesatkan. Semua manusia yang telah terjatuh dengan nalurinya ia bangkit untuk berdiri lagi, bejalan lebih hati-hati walau terkadang bisa tersandung dan terjatuh lagi..

Aku percaya, jika memang kamu cinta sejati ku, tidak peduli aral melintang ku hadapi, kamu akan kembali sendiri padaku. Namun ketika wajah ku ini penat memikirkanya, ketika tangan ini letih tuk mencapai harapan, ketika pundak ini tak kuasa memikul amanahNya..
ya Rabb terimalah  sujudku tuk bisa mengikhlaskan semuanya pada Mu. Agar aku bisa tunduk di saat yang lain angkuh, Agar aku bisa teguh disaat yang lain runtuh dan agar tegar disaat hati ini terlempar.

Di kesendirian malam, aku kembali lagi berkutat mengumpat dibalik laptop, beserta menggenggam buku-buku yang kubaca untuk bahan ilmu guna pengetahuanku, aku ingin menjadi pintar, aku ingin memiliki prestasi yang membanggakan, tapi masih saja aku berenang di lautan kepedihan yang mendalam, dan kenangan yang tak terlupakan meninggalkan sesak,,
Aku mencari ketenangan dilautan namum ombak menghanyutkan rinduku,, entah menghilang,,

Aku mencoba menceritakan kembali apa yang saat ini aku rasakan, rasa ketidak tahuanku , banyaknya rasa penasaran ku.
Berusaha meraih cita-cita ini yang bukan hanya impian semata, aku terjebak melayang dalam dambaan, terjebak tekanan dan paling buruk terkunci ketidak pastian

Tidak aku tidaklah menginginkan hal itu, karena aku tahu pasti kalau aku mampu melakaukan hal itu dan aku mampu, teriakan dalam hati ini semakin terasa keras ketika aku tidak bisa menjadi apa yang aku inginkan.

Aku bukan orang yang mudah menyerah kecuali jika Tuhan berkehendak lain. Kulakukan apa yang bisa kulakukan sisanya yg tak bisa dikendalikan ku serahkan pada mu ya Tuhan.

Lahaula wala quata illabillahh..
Sebuah Keikhlasan Sebuah Keikhlasan Reviewed by Riri Restiani on 03.55 Rating: 5

2 komentar:

  1. Amiiiiin...
    Ada yang lagi galauuu nih :)

    salam,

    BalasHapus
  2. @Guru Pantura

    Iya nih lagi galau mendalam pak guru :D hehe

    salam:)

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.