Bukan Sahabat dan Kekasih Terbaik

Hari ini adalah hari pertama dimana aku berkuliah, aku berkenalan dengan teman-teman sekelas ku, kutemui sesosok pria muda tampan bernama Rayhan Romansa, yang ternyata ia adalah seorang programmer IT di salah satu perusahaan education terbaik di Indonesia,Wow,, hebatnya,, Loh dia sudah menjadi seorang IT kenapa dia kuliah lagi? (batinku bertanya) Akh,, mungkin karena ia ingin membahkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan mencari tambahan ilmu sama seperti aku (Jawab hati ku sendiri) dia baik dan perhatian, sikapnya pun santun sehingga banyak orang yang ingin berteman denganya.

Suatu ketika aku mengalami cidera pada kaki ku saat aku latihan dance hingga aku tak mampu berjalan dan hampir seminggu aku tidak masuk kuliah, Rayhan mengetahui hal itu, dia lah orang pertama dari teman kampusku yang menjenguk aku dirumah sakit, tak hanya membawakan aku sekeranjang buah dan satu bucket bunga mawar merah yang segar, iapun membawakan aku semua tugas-tugas dan catatan materi yang telah dipelajari dikampus saat aku tidak masuk kuliah,, Rayhan baik, ia sangat perduli dengan aku, ia tak ingin aku ketinggalan pelajaran karna cideraku ia memberikan semangat aku tuk sembuh.
Berhubung 2 hari lagi kami akan ada ujian praktikum ia mengajarkan aku bahan materi program apa saja yang akan diujikan, untung saja ada laptop kesayanganku selalu menemaniku, jadi Rayhan bisa mengajarkan aku hingga aku bisa.

Setelah rayhan pulang aku merasa bahagia masih ada teman yang perduli akan diriku.
Terima kasih ya Allah engkau memberikan aku sahabat baru dan terbaik untukku.

2 hari kemudian, Setelah Ujian praktikum dikampus.

Rayhan: Hay Littel princess what are you doing now? seketika suara itu muncul dari arah belakangku, ku tengok ternyata Rayhan datang menghapiriku..
Resti: ini nih aku lagi nyariin KRS aku, duhh,,, kemana yah?? semoga tidak hilang (jawabku dengan memelas)
Rayhan: Lohh,, memang tadi kamu taro mana? kamu mungkin saja lupa,,
Resti: tadi memang ada kok, tapi aku cari di tas dan selipan buku-buku ku tidak ada semua.
Rayhan: kamu yakin tidak ada di tas? coba di periksa ulang ada atau tidaknya.
Resti: Iya nih aku coba lagi yahh,,
Rayhan: ada gak?
Resti: gak adaaaaaaaaaaa,,,,,,,, gimana ini??? hiks,hiks,hiks
Rayhan: wahduhhh,, kamu lupa kali nih,,, coba inget-inget terakhir kamu taro mana tadi?
Resti: Hmm,,,,,Hmm,,,,,Hmm,,,,,Hmm,,,,,
Hmm,,,,,Hmm,,,,,Hmm,,,,,Hmm,,,,,
Hmm,,,,,Hmm,,,,,Hmm,,,,,Hmm,,,,,
Rayhan: Ham,,,Hemm,,Ham,,,Hemm,,Ham,,,Hemm,, inget gak ada dimana?
Resti: ini aku lagi coba inget-inget lagi nih, dmna yah??
Rayhan: yaudah sok atuh inget- deui bisi maneh poho ( silahkan kamu inget2 lagi takut lupa, logat sundanya keluar,huftthh)
Resti: LABORATORIUM...!!! iya!!!!! pasti ada di sana!!
Rayhan: Yakin ada disana?
Resti: insya Allah aku yakin, karena tadi sepertinya aku belum minta KRS ku lagi sama ketua aslabnya.
Rayhan: yaudah kita langsung ke laboratorium samperin aja ketua aslabnya dan minta KRS kamu, ayo cepet hampir mau tutup lab nya nih.
Resti: Yaudah buruan, ehh tapi pelan-pelan yah larinya kakiku belum kuat betul lari-larian naik turun tangga.
Rayhan: Oh iya,, kamu kan baru sembuh dan belum pulih total, yaudah aku aja deh yang kesana dan kamu duduk manis tunggu disini yah, okehh,,okehh,,
Resti: yakin?? yaudah terima kasih bnyak loh yahh..
Rayhan: iyaaa,,bawell deehh (sambil senyam senyum bergagas pergi menuju laboratorium)

30 menit kemudian,,,

Ikhh Rayhan lama amat sihhhh, ngapain dulu yah itu anak disana? yaudah 15 menit gak muncul juga aku samperin aja deh itu anak, jangan-jangan tebar pesona lagi sama kakak aslabnya,huhuhu...

45 Menit kemudian,,

Ini Rayhan kmna nih?? kok gak dateng-dateng juga yah? yaudahlah aku samperin aja, siapa tau emang lagi pada cariin KRS aku.
Wadowwhh lumayan banget nih sampai lantai 4 kakiku bisa sakit lagi deh paksakan naik tangga kayak tadi pagi,huffthh..

Tangga lantai 1, sukses terlewati,,,,

Tangga lantai 2,


meskipun ia teman baruku namun sudah kuanggap seperti sahabat terdekatku.

ia pintar dalam pemrograman maka sering akupun minta diajarkan nya mengenai pemrograman.
Yulia kini seperti sahabat baruku, kami pun banyak berbagi cerita, pulang kuliah pun kerap bersama.
S


Hati,,, please gw mohon jangan bikin gw merasa semakin kehilangan, biarkan,,, biarkan dia pergi… akupun kini dengan seseorang yang kucintai,,
Pacarkupun pasti akan sedih bila ia mengetahui bahwa tak hanya dia yang ada di hati ini.

Ya tuhan kenapa hati ini bercabang cabang? Kenapa hati ini tak cukup dengan satu kasih???

Ya masa lalu memang tak dapat terhapus tapi terlewati begitu saja searah air mengalir,,, mungkin fisik sudah tak ada namun cinta ini masih mengalir,,

Ingin kukatakan padanya pabila suatu saat nanti aku dan nya dipertemukan ku mohon

Lupakan akuu,,,dan jangan pernah kau tanyakan cinta dan ketulusan ku yang dulu, dan yang sebenarnya kaupun tak punya.

Semoga pengorbanan ku sia2.

Aku sibuk dengan urusanku, aku

Yulia sahabat terbaikki sedang sakit dan terkapar disana, sedangkan disini kekasih




Aku bukan sahabat yang baik. Aku juga bukan kekasih yang baik. Aku tak tahu apa sebutan yang tepat untukku. Saat sahabatku membutuhkan aku, aku malah mengabaikannya demi sebuah janji pada kekasih. Saat aku mencoba setia pada kekasih, pikiran dan perasaanku terus berkecamuk rasa bersalah.
Aku benar-benar bersalah pada Yulia. Aku yang selama ini mengaku mengenal tentang Yulia, mengetahui apa yang sedang menimpa Yulia, ternyata berlaku tega... mengabaikannya!
"Dia penderita leukemia sejak dua tahun yang lalu, Rayhan. Saat kondisinya sedang lemah dan kanker itu terus menyerangnya, dia butuh seseorang di sampingnya. Sekedar menggenggam tangannya, memberinya kekuatan. Cuma gue yang tahu tentang ini. Dia sendirian, nggak punya siapa-siapa kecuali tantenya yang gendut dan galak itu. Dan akhirnya cuma gue yang, dulu, selalu menemaninya melalui kesakitan-kesakitannya. Belakangan setelah gue terikat janji untuk menjauhi Yulia, gue nggak tahu siapa yang ada di sampingnya menggenggam tangannya, melalui masa-masa kesakitannya. Kamu tahu, Rayhan, saat kesakitan itu datang, Yulia sangat tersiksa. Mengerang dan berusaha menahannya. Gue aja sering nggak kuat ngelihat dia begitu... kasihan, Rayhan. Kasihan Yulia, Andai lo tahu betapa gue merasa amat bersalah pada Yulia., karena dulu gue pernah berjanji pada Yulia untuk selalu menemaninya melalui masa-masa ke sakitannya. Gue melanggar janji itu, demi lo, Rayhan! Maafin gue, Yulia. Gue bukan sahabat yang setia, karena gue sedang mencoba menjadi kekasih yang setia. Maafin gue... maafin gue!"
Kalimat itu kuucapkan di depan tanah merah dan basah. Sebulan Yulia berjuang melawan kesakitannya, benar-benar sendirian. Tanpa seorang pun di sisinya, menggenggam tangannya.


BERSAMBUNG DULU YA :)
Bukan Sahabat dan Kekasih Terbaik Bukan Sahabat dan Kekasih Terbaik Reviewed by Riri Restiani on 22.28 Rating: 5

2 komentar:

  1. selalu ada hikmah dibalik persahabatan dan cinta kasih

    BalasHapus
  2. @Kang Farhan
    iya itu pasti selalu ada hikmah dibalik persahabatan dan cinta kasih, ini cerpen saya masih bersambung, semoga saya bisa melanjutkan dalam waktu dekat,hehehe

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.