Anak Jalanan

Sepenggal Doa Ku Untuk Anak Jalanan

Sepulang kuliah terdiam aku di sisi kursi panjang stasiun untuk menungu kereta arah Jakarta untuk pulang kerumah, tanpa kusadari mata ku terarah pada segerombolan kurang lebih 4 sampai 6 anak kecil umurnya sekitar 7 sampai 12 tahun, kumuh, kumal, bau, dan berpakaian compang camping.
Sesaat kereta yang ku tunggu telah tiba, ya aku naik kereta ekonomi arah Jakarta, dan ternyata segerombolan anak jalanan itu pun ikut naik, benak ku banyak bertanya untuk anak jalanan itu, untuk apa mereka naik kereta? Tidakkah mereka takut akan berpergian jauh? Apakah mereka tidak dicari oleh orang tuanya? Apakah mereka tidak belajar untuk sekolah? Apakah mereka tidak takut kegelapan malam ? apakah mereka tidak dimarahi untuk pulang malam?? salah siapa anak kecil itu jadi pengemis ? kenapa mereka jadi pengemis? Kenapa masih ada anak anak yang kurang akan pendidikan, ekonomi yang mencukupi? Padahal telah kita ketahui Indonesia cukup kaya akan segalanya.
Tersentak lamunanku terhenti saat ada, seorang gadis kecil bermata sayu, berambut ikal sebahu dengan pakaian kumuhnya, mengulurkan tangan kanannya, “Minta kak, Minta uangnya untuk makan”, pintanya. Secara tiba- tiba tanganku mengambil koin-koin di saku celanaku.  Setelah itu pikiran ku melayang benar atau salahkah bila aku memberikan uang ini?? Sebab bukankah apabila kita memberi uang kepada anak jalanan itu sama saja kita ikut berpartisipasi menyengsarakan mereka, karena dengan memberinya berarti mendidik mereka untuk berperilaku sebagai pengemis, yang tidak mau kerja dan hanya bisa menadahkan tangan pada orang lain.
Ohh,,, NO!!!
Bukaann,,, bukaannn seperti itu yang ku mau, ini naluri ku yang meminta aku hanya tak tega gadis sekecil itu sudah larut malam masih berkeliaran di stasiun kereta untuk mencari makan sesuap nasi, sementara aku yang pada saat seusianya pasti sudah tertidur pulas dengan keadaan perut yg sudah kenyang, tak terasa air mata aku pun mengalir begitu saja, prihatin dengan keadaan seperti itu, dan berfikir bagaimana apabila aku adalah dia gadis kecil anak jalanan itu??mungkin akan seperti ini juga atau bisa juga aku tak bisa bertahan hidup.
Memang terkadang kita sering dibuat ketar ketir oleh perilaku yang dilakukan sebagian anak jalanan atau pengemis yang tak punya sopan santun meminta uang dengan paksa dengan sedikit ancaman yang tidak enak didengar, kenapa mereka tidak punya sopan santun?? Ya karena memang ia tak di didik untuk berperilaku sopan, hidupnya saja dijalan menjadi masyarakat yang liar, kalau mereka diminta untuk memilih sudah pasti mereka tak ingin memilih kehidupan yang seperti ini, keadaan yang memaksa mereka untuk seperti ini, yang mereka fikirkan bagaimanacaranya agar perut mereka bisa terisi, benar kata orang bila perut sudah bicara apapun akan dilakukan.
Acap kali kita merendahkan, menjelekkan perilaku pengemis yang ada di jalanan tapi bisakah kita mencoba sedikit lihat dan berkaca ke dalam diri kita sudah benarkah kita lebih baik dari perilaku pengemis itu ???
Karena tidak semua anak jalanan itu buruk, tak pernahkah kita membayangkan bahwa kita yang terlihat baik justru lebih buruk dari mereka yang berstatus anak jalanan.
Pernah aku mencoba berbicara anak jalanan mengapa mereka seperti ini?? Tidakah mencoba untuk mencari  keadaan yang lebih baik lagi, berusaha untuk maju.
Ternyata keinginan seperti itu memang ada, tapi untuk kemampuan mereka terbatas, dan sangat sulit mencari kerja.
Aku pun bertanya lagi pada anak kecil yang berprofesi sebagai penjual minuman keliling yang ada di kereta, “untuk apa kamu berjualan disini? Kemana orang tua mu dik?” lalu anak kecil jalanan itu menjawab “saya disini berjualan untuk bisa membantu beban orang tua saya, orang tua saya sedang jaga adik dirumah” Shock aku mendengarnya, bayangkan anak sekecil ini sudah punya tekad untuk bisa membantu orang tuanya.
Heeiiii,,,!!!! kemana saja kita yang sudah mampu bekerja dan sudah seharusnya sudah bisa membantu beban orang tua malah enak- enakan berleha santai dirumah, mau ini mau itu tinggal minta, tidakah kita malu dengan anak jalanan ini, anak sekecil ini sudah mampu mencari uang.
Seandainya aku bisa, dan aku mampu aku ingin sekali merangkul mereka untuk berjalan seiringan dengan tak memandang status sosial antara kita, sebab mereka pun punya hak yang sama, hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, Mereka termasuk generasi penerus bangsa Indonesia yang seharusnya juga ikut memajukan bangsa ini, suatu saat kelak nanti adapun dari mereka yang bisa menunjukan bahwa ia menjadi pemenang dalam kehidupan, mereka juga punya cita2, mereka juga punya keinginan yang sama seperti kita, yaitu ingin mewujudkan semua impiannya.
Ya Allah dihadapan mu antara aku, pengemis2 itu, dan anak jalanan lainya itu adalah sama yang membedakan hanya amal dan kebaikan kami, Tapi bisa kah engkau menyamakan status kami dalam kehidupan nyata?? bukankah mereka juga sudah berusaha?? masihkah akan tetap seperti ini?? apa ini yang engkau sebut takdir?? yang kutahu takdir atau nasib bisa di ubah apabila ada kemauan untuk merubahnya, tapi kenapa hidupnya tidak berubah? Ya Allah bantu mereka untuk bertahan hidup ya allah, Berikan kelayakan untuk mereka, wujudkan juga impian mereka. Amieenn,,,
Kini aku bersyukur dengan apa yang telah aku dapatkan saat ini, sebagai manusia akupun tidak puas dengan apa yang sudah aku dapatkan, namun aku akan berusaha untuk lebih baik lagi untuk aku bisa mendapati apa yang aku inginkan.
Penulis Oleh:  Riri Restiani
Anak Jalanan Anak Jalanan Reviewed by Riri Restiani on 19.23 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.